Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan dalam Mengelola Keuangan 

Posted on 30 Oct 2024
perbedaan-kebutuhan-dan-keinginan-dalam-mengelola-keuangan

Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan

Kebutuhan adalah item-item dalam anggaran keuangan yang diperlukan untuk kesehatan dan kesejahteraan, baik fisik, emosional, mental, atau finansial. Jika kamu berhenti membelanjakan uang untuk barang-barang ini, maka akan ada konsekuensi negatif pada dirimu.

Sebaliknya, keinginan adalah barang-barang yang dapat meningkatkan kualitas hidup, tetapi tidak sepenuhnya diperlukan, seperti gadget, pakaian modis, dan lainnya. Membatasi pengeluaran untuk barang-barang yang akan memenuhi keinginan kamu, mungkin akan terasa tidak nyaman, tetapi ini adalah salah satu aspek penting agar dapat mengelola keuangan dengan lebih baik.

Meski sudah jelas, tetapi ada beberapa area abu-abu saat membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Misalnya saja makanan. Kita semua setuju bahwa makanan adalah kebutuhan. Namun, ada perbedaan antara menghabiskan uang Rp350 ribu untuk membeli bahan makanan selama seminggu dengan Rp450 ribu hanya untuk makan satu kali direstotan all you can eat. Dalam kasus ini, membeli bahan makanan adalah kebutuhan, tetapi makan di restoran all you can eat adalah keinginan.

Contoh Kebutuhan

Kebutuhan finansial adalah pengeluaran penting yang diperlukan untuk memenuhi standar hidup dasar. Contohnya adalah:

  • Kewajiban utang, seperti kartu kredit atau cicilan lainnya
  • Biaya kesehatan
  • Tempat tinggal
  • Bahan makanan
  • Transportasi
  • Utilitas, seperti air, listrik, telepon, dll
  • Kebutuhan anak
  • Pakaian
  • Perlindungan

Contoh Keinginan

Meskipun dapat meningkatkan kualitas hidup, tetapi keinginan harus dikelola dalam batasan anggaran. Contoh keinginan adalah sebagai berikut:

  • Makan di luar
  • Hiburan
  • Kegiatan rekreasi
  • Pembelian yang tidak penting, seperti gadget di luar yang dibutuhkan untuk pekerjaan dan komunikasi dasar atau pakaian bermerek
  • Layanan streaming dan langganan
  • Traveling
  • Keanggotaan gym

Tips Membuat Anggaran Keuangan Pribadi

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat kamu ikuti untuk membuat anggaran keuangan pribadi dengan lebih baik.

1. Buat Daftar Semua Pengeluaran

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah menuliskan semua pengeluaran. Ambil contoh beberapa bulan ke belakang untuk melihat data pasti semua pengeluaran yang dikeluarkan. Tuliskan semua pengeluaran dan jumlahnya.

2. Klasifikasikan Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan

Setelah memiliki catatan pengeluaran yang biasanya dikeluarkan dari satu bulan ke bulan berikutnya, mulai kelompokkan ke dalam dua kategori, yaitu kebutuhan dan keinginan.

3. Periksa Kembali Daftar Kebutuhan

Kamu mungkin perlu memeriksa kembali biaya-biaya yang telah diklasifikasikan sebagai pengeluaran dan pastikan bahwa itu benar-benar kebutuhan, bukan keinginan. Tinjau kembali biaya-biaya ini dan tanyakan pada diri sendiri apakah benar-benar tidak mungkin hidup tanpa produk atau layanan yang bersangkutan.

4. Lihat Keinginan yang dapat Dihilangkan atau Dikurangi

Setelah memilah pengeluaran untuk kebutuhan dan keinginan secara efektif, kamu dapat memeriksa pengeluaran mana yang dapat dihilangkan atau dibatasi. Dengan melakukan hal ini, kamu bisa menabung lebih banyak di akhir bulan sehingga bisa mencapai tujuan keuangan lebih cepat.

Cara Membuatnya

Selama kamu memiliki uang yang cukup untuk membelanjakan semua kebutuhan, tidak ada cara yang benar atau salah untuk membuat anggaran berdasarkan perbedaan kebutuhan dan keinginan.

Namun salah satu metode yang populer untuk mengelola anggaran keuangan adalah 50/30/20. Metode ini memungkinkan kamu untuk mengalokasikan pengeluaran berdasarkan besaran presentase masing-masing pos, yaitu:

  • 50% untuk kebutuhan
  • 30% untuk keinginan
  • 20% untuk tabungan dan utang

Berikut adalah contoh anggaran untuk pendapatan tetap sebesar Rp6 juta berdasarkan aturan 50/30/20.

1. Kebutuhan (50%)

Total: Rp3 juta

  • Kontrak rumah atau sewa kos:: Rp1,5 juta
  • Utilitas (listrik, air, gas): Rp300 ribu
  • Bahan makanan: Rp600 ribu
  • Transportasi (angkutan umum, bensin, perawatan): Rp450 ribu
  • Asuransi kesehatan atau BPJS: Rp150 ribu

2. Keinginan (30%)

Total: Rp1,8 juta

  • Makan di luar: Rp400 ribu
  • Hiburan (film, konser, layanan streaming): Rp200 ribu
  • Belanja (pakaian, gadget): Rp600 ribu
  • Traveling: Rp400 ribu

3. Tabungan atau Pelunasan Utang (20%)

Total: Rp1,2 juta

  • Dana darurat: Rp400 ribu
  • Tabungan pensiun: Rp400 ribu
  • Pembayaran utang (kartu kredit, pinjaman): Rp400 ribu

Total Pengeluaran: Rp6 juta

Mengetahui perbedaan antara kebutuhan dan keinginan adalah hal yang mendasar dalam manajemen keuangan.  Saat kamu sudah memiliki pemahaman yang jelas tentang keduanya, kamu akan selangkah lebih dekat menuju kemerdekaan finansial.

Tags :

Layanan Asuransi

Dana Pensiun: Kenali...

Memastikan berbagai macam kebutuhan untuk menyongsong hari tua sangat penting direncanakan sedini mungkin, termasuk dengan…

Read More

Kanker Paru-Paru: Kenali...

Kanker paru-paru di Indonesia menjadi kanker ketiga dengan jumlah penderita terbanyak, yaitu 34.783 kasus atau…

Read More

Faktor yang Memengaruhi...

Sebelum memilih asuransi kesehatan untuk diri dan keluarga, pastikan untuk mengetahui besaran premi asuransi kesehatan…

Read More