Dampak inflasi bisa dirasakan di berbagai faktor, mulai dari bahan pokok, transportasi, sandang papan, dan tak terkecuali perawatan kesehatan. Di artikel ini akan dijelaskan tak hanya mengenai dampaknya, tetapi juga langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk menghadapinya.
Dalam beberapa tahun terakhir, industri kesehatan telah bergulat dengan lonjakan inflasi yang tak berhenti. Ini tentu saja memberikan dampak yang cukup besar bagi masyarakat yang sangat membutuhkan perawatan kesehatan.
Sebenarnya, apa yang menyebabkan inflasi di dunia kesehatan? Apa saja dampak yang akan dirasakan? Lalu, bagaimana cara untuk menghadapinya?
Semuanya akan dibahas di artikel ini. Jadi, baca sampai selesai, ya.
Apa Itu Inflasi Kesehatan?
Menurut Access Onepay, inflasi kesehatan atau inflasi medis merupakan peningkatan biaya perawatan medis yang cepat dan tidak proporsional.
Inflasi kesehatan bukan hanya terkait perawatan kesehatan saja, melainkan juga termasuk kenaikan harga obat, peralatan medis, layanan rumah sakit, serta meningkatnya biaya administrasi perawatan kesehatan, tenaga kerja, dan premi asuransi.
Inflasi kesehatan tidak hanya memengaruhi keterjangkauan dan aksesibilitas layanan kesehatan, tetapi juga menempatkan beban yang signifikan pada anggaran pemerintah, bisnis, dan individu.
Penyebab Inflasi di Dunia Kesehatan
Dilansir dari Kompas dan Bisnis, penyebab inflasi medis sangat kompleks. Namun, beberapa faktor utama di balik inflasi medis adalah sebagai berikut.
1. Teknologi dan Perawatan Baru
Penyedia layanan kesehatan swasta berlomba-lomba untuk berinvestasi dalam perawatan, teknologi baru, dan obat-obatan, termasuk bahan baku farmasi untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi pasien.
Dengan adanya teknologi mutakhir, beragam penyakit dapat terdeteksi lebih dulu, sehingga dapat ditangani lebih awal oleh ahli kesehatan atau dokter.
Meski ini sangat bermanfaat, tetapi dampaknya adalah peningkatan biaya karena melibatkan teknologi mutakhir yang tidak murah.
2. Over Utilisasi Terhadap Layanan Kesehatan
Selain teknologi mutakhir, meningkatnya klaim asuransi juga dipengaruhi oleh pemanfaatan teknologi baru. Hal tersebut yang juga berpengaruh terhadap inflasi medis.
Penggunaan layanan kesehatan yang berlebihan atau bahkan tidak perlu, seperti rawat inap tanpa indikasi yang jelas dan penggunaan teknologi mahal tanpa alasan medis yang cukup juga menyebabkan meningkatnya klaim asuransi.
Selain itu, ada juga beberapa faktor lainnya yang menjadi penyebab inflasi medis, meliputi:
1. Inflasi Ekonomi Global
Dilansir dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), inflasi ekonomi global yang terus mengalami peningkatan berhubungan dengan perkembangan teknologi yang mengakibatkan meningkatnya biaya-biaya pengobatan, seperti alat pengobatan, hingga keperluan kesehatan lainnya yang harus diimpor. Kondisi ini turut berdampak terhadap biaya kesehatan yang meningkat.
2. Peningkatan Masalah Kesehatan Terkait Gaya Hidup
Gaya hidup yang tidak sehat juga menyebabkan masalah kesehatan dan mendorong peningkatan inflasi medis. Dilansir dari Aido Health, berikut adalah dua gaya hidup yang menjadi faktor utama masalah kesehatan.
- Obesitas
Umumnya disebabkan oleh pola makan buruk dan gaya hidup yang tidak banyak bergerak, tidak mendapatkan aktivitas fisik yang cukup di siang hari, serta mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak serta rendah buah dan sayuran. - Merokok
Ini dapat menyebabkan beberapa jenis kanker, penyakit jantung, dan kondisi paru-paru seperti asma dan PPOK.
Perokok biasanya membayar premi asuransi kesehatan yang lebih mahal, mengingat risiko kesehatan yang mungkin dialaminya lebih tinggi.
Dampak Inflasi Kesehatan yang Dirasakan
Inflasi kesehatan memiliki beberapa dampak bagi pasien, yang memengaruhi akses ke perawatan, tanggung jawab keuangan, dan pengalaman perawatan kesehatan secara keseluruhan. Berikut adalah dampak yang dirasakan.
1. Beban Finansial yang Lebih Besar
Biaya perawatan kesehatan yang meningkat menyebabkan seseorang atau keluarga yang telah memiliki buah hati untuk mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk layanan medis. Hal ini bisa mengurangi alokasi anggaran untuk kebutuhan lain, misalnya tabungan.
2. Akses Layanan Kesehatan yang Terbatas
Meningkatnya inflasi kesehatan dapat membuat layanan kesehatan semakin tidak terjangkau, khususnya bagi kelompok berpenghasilan rendah atau mereka yang tidak memiliki asuransi kesehatan.
Dengan meningkatnya inflasi kesehatan, sangat memungkinkan seseorang untuk menunda pengobatan atau pemeriksaan kesehatan, yang bisa memperburuk kondisi medis.
3. Ketidakstabilan Ekonomi Keluarga
Bagi yang tidak memiliki asuransi kesehatan, tidak menutup kemungkinan biaya kesehatan yang tinggi dapat menyebabkan utang, khususnya untuk keluarga yang menghadapi kondisi medis serius atau penyakit kritis.
4. Stres Meningkat
Tekanan finansial terkait biaya kesehatan dan ketidakpastian dalam mengakses layanan kesehatan juga bisa meningkatkan stres dan kecemasan.
Bagaimana Cara Mengurangi Dampaknya?
Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi dampak inflasi medis, menurut Care Insurance.
1. Jaga Kesehatan
Cara termudah dan terbaik untuk mengatasi inflasi biaya medis adalah dengan tetap sehat. Ada banyak cara yang dapat dilakukan, seperti mengonsumsi makanan bergizi, mengurangi asupan gula, berolahraga secara teratur, menghindari junk food, dan menjaga work-life balance.
Jika kamu bisa menjaga kondisi kesehatan dengan baik, kamu tidak perlu pergi ke rumah sakit dan dapat mengalokasikan anggaran tersebut untuk pos keuangan lainnya.
2. Mengatur Anggaran secara Rasional
Hal terpenting yang bisa dipelajari setelah pandemi Covid-19 adalah membelanjakan uang secara rasional. Siapkan anggaran dan belanjakan uang sesuai dengan prioritas, kebutuhan, dan keinginan.
Selain itu, cobalah untuk menabung sedikit dari penghasilan setiap bulan. Kamu dapat menyimpannya sebagai dana darurat dan menggunakannya saat terjadi keadaan darurat. Selain itu, kamu juga bisa mengalokasikan dana yang kamu miliki dengan membeli asuransi kesehatan.
3. Gunakan Asuransi Kesehatan
Salah satu hal penting yang harus dilakukan untuk menjaga diri dan keluarga agar terhindar dari dampak buruk inflasi medis adalah memiliki asuransi kesehatan.
Sebelum menentukan pilihan asuransi kesehatan, penting untuk mempelajari berbagai opsi yang tersedia agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuanmu.
Jika sudah memiliki asuransi kesehatan, lakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan perlindungan yang dimiliki masih relevan. Mulailah dengan meninjau manfaat serta cakupan polis, dan pastikan produk asuransi yang dipilih memberikan manfaat sesuai kebutuhan.
Kalau saat ini kamu telah memiliki asuransi kesehatan, namun perlu adanya perlindungan tambahan, Allianz Flexi Medical Plan bisa menjadi pilihanmu.
Produk asuransi ini merupakan asuransi kesehatan tambahan yang memberikan manfaat yang komprehensif dan fleksibel sesuai dengan kebutuhan kamu. Mulai dari mencakup biaya rawat inap dan pembedahan, baik akibat penyakit tertentu maupun kecelakaan, penggantian biaya untuk penyakit kritis, perawatan darurat di rumah sakit, hingga santunan saat meninggal dunia, baik karena kecelakaan maupun penyebab lainnya, sesuai dengan tabel manfaat berdasarkan plan yang kamu pilih.
Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan fasilitas Layanan Konsultasi Dokter Online terkait kesehatan mental dan gizi yang dapat digunakan H+1 sejak Polis aktif dengan maksimal 12x setahun untuk Psikolog klinis dan juga Psikiater.
Sumber: allianz.co.id